Langsung ke konten utama

Ulasan Buku: Che Guevara Dan Revolusi KUBA

JUDUL : Che guevara dan revolusi KUBA
PENULIS : Fidel Castro dan che guevara
PENGULAS : Muh iqbal fahrun
ANGKATAN : (sikasajangang)
ORGANISASI : GERAKAN MAHASISWA KALUKKU

CHE GUEVARA (lahir di Rosario, Argentina, 14 Juni 1928 meninggal di Bolivia, 9 Oktober 1967 pada umur 39 tahun) adalah seorang pejuang revolusi, dokter, penulis, pemimpin gerilyawan, diplomat, dan pakar teori militer asal Argentina yg berhaluan Marxis. Sebagai salah satu tokoh utama dalam Revolusi Kuba, wajahnya telah menjadi simbol perlawanan dalam gerakan kontra-kebudayaan dan dalam budaya populer
REVOLUSI KUBA merupakan peristiwa monumental mengenai perubahan politik dan sosial
Secara radikal di mna che guevara mengambil peran sentral Ia ikut memimpin tentara pemberontak mengalahkan pasukan fulgecio batista. Perjuangannya menjadi buah bibir di seluruh dunia, dan che menjadi ikon tersendiri.

Terpisah sebagai bagian dari pengorbanan hidup mereka untuk mencapai tujuan revolusi, lingkaran sahabat mereka hanyalah sebatas sesama rekan revolusioner saja. Hidup mereka semata-mata demi revolusi.
Dalam situasi semacam ini, seseorang harus mempunyai rasa ke manusiaan yang tinggi dan rasa keadilan dan kebenaran yang kuat agar tidak jatuh dalam dogma ekstrim dan skolastisme beku yang mengiSolasi mereka dari massa kami harus berusaha setiap hari agar rasa cinta terhadapa kemanusiaan mewujud dalam dalam tindakan nyata, tindakan yg menjadi contoh sekaligus kekuatan penggerak.
Kamu revolusioner kekuatan penggerak ideologis revolusi, selalu larut dalam aktivitas tiada henti yg hanya dapat di akhiri oleh ke matian sampai bangunan sosialisme dalam skala dunia selesai. Jika semangat revolusionernya menumpulketika tugas yg paling mendesak telah di rampungkan dalam skala lokal dan ia melupakan internasionalisme proletariannya, revolusi yg di pimpinnya tidak lagi menjadi kekuatan yg inspirasi dan ia akan tenggelam dalam kelelahan melenakkan yg akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh musuh bebuyutan kami, imperialisme. Internasionalisme proletarian adalah kewajiban, sekaligus kebutuhan revolusi.

Buku ini menguraikan perjalanan che bahumembahu
Bersama fidel castro menumbangkan pemerintahan batista yg korup dan kejam. Di kisahkan bagai mana kelompok kecil pemberontak memetik kemenangan demi kemenangan merebut pos demi pos, dan akhirnya 200 pucuk senjata pemberontakan berhasil menaklukkan 10.000 pucuk senjata batista

Buku ini juga mengungkapkan pandangan-pandangan
Che guevara mengenai bagai mana kuba harus dibangun menjadi sebuah negara sosialis yg makmur di tengah tekanan yg di lancarkan oleh negara tetangga adikuasa amerika serikat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulasan Buku: Tubuhku Bukan Milikku

Judul : Tubuhku bukan milikku Penulis : Cecilie Hoigard & Liv Finstad Pengulas : Musfira Organisasi : Gerakan Mahasiswa Kalukku Angkatan : Sikasajangang Cecilie Hoigard & Liv Finstad menulis buku berjudul “Tubuhku Bukan Milikku”. Kedua penulis telah melakukan penelitian mengenai prostitusi sejak 1979 dengan cara mewawancarai para PSK(pekerja seks komersial)di Oslo ,Norwegia. Subjek utama dari buku ini adalah prostitusi.Prostitusi adalah pertukaran hubungan seksual dengan uang.Kedua penulis tertarik dengan apa yang sebenarnya terjadi dalam pertukaran antara seks dengan uang.Ada empat alasan utama adanya prostitusi yaitu uang,rasa memiliki,pemakaian obat-obatan, dan satu imaji tentang perempuan yang mempromosikan prostitusi.Mempromosikan prostitusi melalui cara periklanan,prostitusi yang diiklankan biasanya dilakukan secara pribadi baik di apartemen si perempuan,atau di apartemen tempat ia melayani. Para PSK beranggapan bahwa dengan prostitusilah mereka sangat...

Ulasan Buku: Iblis Menggugat Tuhan

Judul buku: Iblis Menggugat Tuhan (The madness of God)  Penulis: swahni Penerbit: Dastan Books Pengulas: Nurul Annisa/Angkt: Muttia Ate Pengetahuan berjalan tertatih dengan kaki yang patah.  Tapi kematian datang menyeruduk tak kenal ampun.  Telah ku saksikan orang-orang beriman yang berwudhu deng darah mereka sendiri, sementara air wudhu ku cuma sebatas  tinta.     Dengan nama yang maha suci, bagimu yang membaca kata demi kata ini, ingatlah aku dalam doamu. Ingatlah aku agar dia juga mengingatku.  Memicingkan mata di depan Ka'bah, apa kiranya yang kau tahu tentang bangunan suci itu? Bahkan seandainya sang Ka'bah mampu membuka diri, tak satupun kata bisa kau sampaikan kembali kepada orang lain. Sungguh ia memang tak tersampaikan. Diamlah!  Kata-kata mu bukan akhir dari segalanya tak ada keseimbangan di situ. Semata-mata bobot satu kata menindih kata yang lain tak lebih. Jika kata mampu mengekspresikannya, maka ...